Ini Dia Sosok Star Wars Ukiyo-e Tradisional Jepang

Star Wars dapat dibilang sebagai waralaba film sangat terkenal di dunia semenjak diluncurkan pertama kali pada tahun 1977.

Popularitas ini semakin bertambah banyak sebab film baru sedang syuting. Banyak orang menjadi terobsesi dengan film ini, bahkan memiliki barang koleksi dan perlengkapannya. Orang-orang bahkan rela menguras ribuan dolar untuk Star Wars. Sosok Star Wars Tradisinal dari Jepang kita bisa mengenalnya dengan nama Ukiyo-e, berbentuk seni balok kayu Jepang yang paling kuno dan tradisional. Banyak orang yang merasakan seni Jepang lebih akrab dengan sejumlah cetakan balok kayu ikonik.

Apa tersebut Ukiyo-e?

Ukiyo-e, yang secara langsung diterjemahkan sebagai “gambar-gambar dunia terapung” yang artinya seperangkat cetakan dan lukisan balok kayu yang paling populer di Jepang dari abad ke-17 sampai abad ke-19 dan masih dihormati hingga sekarang. Ukiyo-e tidak hanya dilakukan demi seni semata namun juga ditujukan pada ruang belajar pedagang Edo, dengan perkembangan ekonomi ibukota yang mendapati diri mereka lebih baik daripada sebelumnya.

Seperti kebanyakan kesenian, ukiyo-e menampilkan banyak memperagakan adegan berbeda, dari karya seni erotis sampai adegan ikonik Jepang, aktor terkenal, dan alam. Salah satu cetakan yang paling gampang dikenali adalah karya dari Hokusai dalam serialnya, Tiga puluh enam pemandangan Gunung Fuji yang diproduksi selama tahun 1830.

Awalnya cetakan balok kayu selalu berwarna hitam dan putih, namun seiring berjalan waktu maka berkembang menjadi karya yang memiliki warna dan tingkat yang rumit. Banyak pembuatan cetakan balok kayu dilakukan lebih dari satu seniman, tetapi serangkai pengrajin. Sang seniman bakal mendesain gambar, seorang pengukir bakal mengukir blok dan seorang pemoles bakal menghasilkan potongan akhir.

Star wars!

Jadi, hubungannya antara Ukiyo-e dengan Star Wars itu apa? Nah, sekelompok seniman cerdik telah menyimpulkan untuk menggabungkan praktik bersejarah Jepang abad ke-17 dengan gejala modern yakni alam semesta Star Wars.

Seorang seniman Jepang mengawali halaman pendanaan kerumunan untuk menghasilkan tiga cetakan pribumi Star Wars ukiyo-e, dan sekarang ini telah menambah lebih dari 800% dari target aslinya! Artis ini tidak selalu memproduksi seni kipas, ini pun termasuk produk berlisensi resmi! Karena kemurnian cetakan, dan lamanya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan mereka, harganya pun juga tidaklah murah. Setiap ongkos cetak sekitar $ 425, meskipun Anda akan mendapatkan tiga set.

Anda dapat menyaksikan proses yang telah dilewati sang seniman untuk menghasilkan cetakan-cetakan ini, kayunya paling rumit, dan pastinya memerlukan waktu lama dalam proses produksi. Secara tradisional seluruh ukiyo-e diproduksikan menggunakan tangan, tidak ada mesin yang dipakai dalam proses dalam penggabungan tinta untuk menghasilkan karya yang lebih menakjubkan, ini pun sama dengan yang terdapat pada Star Wars.

Itulah ukiyo-e yang dapat saya ceritakan secara terperinci dan ringkas. Dan pada ulasan ini saya juga ingin menceritakan perbedaaan Antara Geisha, Maiko, dan Geiko yang seringkali masyarakat keliru. Mari, simak lebih lanjut ya!

Geisha dan maiko familiar di dunia sebab menjadi contoh tradisi Jepang yang sudah lama terjadi. Para penghibur cantik ini sudah ada sekitar berabad-abad sebagai penampil atau penari, yang kini terus menghibur semua tamu dengan tarian, musik, permainan, menuangkan minuman, dan pembicaraan yang mencerahkan. Seni menjadi geisha ialah sesuatu yang masih dipraktikkan sampai kini – tidak seperti tradisi lain seperti samurai, mereka bertahan dalam ujian waktu ke waktu dan jika Anda bepergian ke tempat-tempat tertentu di Jepang seperti Gion di Kyoto, Anda bisa-bisa akan mengejar satu geisha (perempuan ikonik ini).

Mereka langsung dapat kita kenali dengan riasan putih, bibir merah, gaya rambut yang rumit, dan kimono, disertai dengan kipas kertas atau payung. Jika Anda berkunjung ke Jepang, barangkali Anda hendak melihat wanita-wanita misterius ini, atau barangkali Anda bahkan bercita-cita bertemu dengan semua penghibur cantik ini dan merasakan hidangan bareng mereka serta menonton sejumlah pertunjukan. Menariknya, semakin Anda menyaksikan geisha, semakin banyak perbedaan yang kita mulai sadari. Sebagai contoh, beberapa disebut sebagai maiko atau geiko. Jadi apa perbedaan antara geisha, geiko, dan maiko?

Geisha vs Geiko

Perbedaan yang terlihat sebenarnya sangat sederhana antara geisha dan geiko. Geisha atau geiko sebutan untuk seorang perempuan yang terlatih dalam seni musik, menyanyi, dan menari, tergolong banyak memainkan alat musik petik tradisional, shamisen, dan berbagai tarian yang peringati ketika musim berganti. Mereka juga diajarkan untuk bergerak dan berkata dengan elegan, menuangkan minuman dengan fasih supaya terlihat karismatik dan menawan.

Mereka berdua mengenakan kimono, mempunyai gaya rambut yang rumit, dan makeup putih ikonik dengan bibir merah. Satu-satunya perbedaan mereka ialah dari mana mereka berasal. Di Kyoto, semua wanita ini dinamakan geiko sedangkan di Tokyo, mereka dikenal sebagai geisha. Namun, jangan malu jika Anda tak tahu perbedaannya, sebab geisha merupakan istilah umum yang diterima secara luas.

Jadi seperti apakah sosok Maiko?

Sederhananya, maiko sama dengan geiko magang . Maiko adalah wanita yang lebih muda atau bahkan anak yang sedang berlatih seni geisha dan geiko. Arti harfiah dari “maiko” ialah “menari anak”. Di Tokyo, geisha magang pun dikenal sebagai hangyoku, yang berarti “setengah permata”; mereka dulu setengah bagian dari geisha yang berkualifikasi penuh.

Di masa lalu, maiko termuda berusia lima atau bahkan tiga tahun! Namun, di zaman modern ini anak-anak mesti pergi ke sekolah. Di Kyoto anak perempuan maiko dapat mengawali pelatihan pada umur lima belas atau enam belas tahun tetapi di Tokyo mereka bisa mulai pada umur delapan belas tahun. Anak magang mesti berlatih minimal satu tahun sesuai persyaratan sebelum mendapatkan gelar “geisha”. Kadang-kadang, perempuan yang mengawali pelatihan sesudah usia 20 tahun terlampau tua untuk menerima gelar “maiko”, namun demekian mereka tetap perlu berlatih selama paling tidak dua belas bulan sebelum dirasa telah memenuhi kriteria sebagai geisha atau geiko yang “asli”.

Perbedaan penampilan

Ada sejumlah perbedaan yang jelas antara geiko/maiko/geisha dan hangyoku. Yang pertama tentu saja dari segi usia. Karena maiko atau hangyoku pemagang, mereka seringkali sedikit lebih muda daripada rekan-rekan mereka yang berkualitas. Jika Anda menyaksikan s seorang remaja, maka ia nyaris pasti seorang maiko. Namun, tidak boleh selalu menebaknya berdasarkan umur mereka! Tidak terlalu mudah untuk memprediksi usia perempuan Jepang, terutama saat mereka mengenakan riasan yang begitu indah.

Perbedaan utama lainnya terletak pada rambut mereka. Rambut geisha atau geiko nampak tebal, hitam, ikon dan menata ke belakang dari wajah. Para maiko mempunyai rambut khas tersendiri, sedangkan semua geiko menggunakan wig yang telah ditata. Maiko seringkali juga memiliki penataan rambut yang lebih rumit atau mencolok, sementara geiko bakal mempunyai perhiasan yang lebih sederhana.

Riasan wajah putih seringkali sangat serupa antara ia dan para perempuan magang, meskipun maiko mungkin menggunakan lebih blush untuk terlihat muda. Perbedaan utama dalam riasan mereka dibagian lipstik. Maiko selalu mewarnai bibir bawahnya merah, sedangkan geisha yang sedang berlatih merupakan seorang senior, biasanya garis tipis di kedua bibir. Geiko atau geisha akan mewarnai kedua bibir mereka sepenuhnya merah. Maiko pun sering mewarnai alis mereka dengan warna merah.

Anda pun dapat melihat perbedaan dalam urusan sepatu yang mereka kenakan, maiko mengenakan hak yang paling tinggi dan terlihat begitu susah menggunakanya.

Semoga informasi ini akan menolong Anda memahami perbedaan antara geisha, geiko, dan maiko! Ini juga dapat menolong Anda memisahkan antara real deal, perempuan yang sedang berlatih seni, dan “geisha turis”, yang selalu berpakaian fashionable untuk foto. Jika Anda melihat dua bibir merah dengan penataan rambut yang berhias, barangkali itu seorang geisha turis. Namun, jika mereka tidak mempedulikan orang mengambil potret mereka. Ini tidak akan bersifat negatif pada perempuan yang berpakaian, namun jangan berkeinginan untuk mengikuti pertunjukan seni Jepang!

Lain kali Anda bertemu geisha, lihat apakah kita dapat memprediksikan dia seorang geisha, geiko, atau maiko. Ingat, jika Anda sedang di Kyoto dan seorang wanita yang lebih tua dengan bibir merah, maka itu seorang geiko. Jika perempuan muda dengan bibir bawahnya dilipstik dengan sepatu tinggi, maka dia seorang maiko. Jika Anda sedang di Tokyo dan dia mengenakan penataan rambut simpel dan bibir merah, maka itu adalah geisha.

Ingatlah untuk mengindikasikan rasa hormat pada wanita-wanita ini dengan tidak memadati mereka atau mengambil potret berlebihan. Maka, demikian lah ulasan dari saya mengenai Sosok Star Wars Ukiyo-e Tradisional Jepang dan Perbedaaan Antara Geisha, Maiko, serta Geiko. Semoga tulisan saya bermanfaat dan menambah wawasan untuk Anda.

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.