Jangan Lupakan Festival Makanan Terbaik di Jepang

Di seluruh Jepang, Anda akan menemukan perayaan yang disebut matsuri.

Matsuri adalah festival-festival yang diadakan diseluruh Jepang, mulai dari festival kuil Shinto hingga liburan pemerintah bahkan sampai festival makanan. Mereka mungkin merayakan pergantian musim, peristiwa bersejarah, atau budaya tradisional. Pada artikel ini, kami akan menceritakan jenis matsuri apakah yang akan ditampilkan pada festival makanan di Jepang.

Saat bepergian ke luar negeri, mencicipi masakan tradisional adalah salah satu cara terbaik untuk mengenal budaya otentik. Ronni Lundy selaku penulis buku masakan berkata, “Jika Anda membaca yang tersirat pada resep makanan, maka Anda dapat menemukan hal-hal yang tak terucapkan, petunjuk hidup mereka, kunci untuk menemukan apa yang mereka hargai. Anda melihat apa yang cukup penting untuk dijadikan perayaan.”

Di beberapa wilayah, satu jenis festival atau perayaan lainnya akan berlangsung hampir setiap bulan dalam setahun. Kami akan menyajikan beberapa daftar festival makanan terbaik di Jepang untuk Anda. Jangan lupa untuk membeli Japan Rail Pass, karena sebagian besar festival ini hanya berjarak berjalan kaki singkat dari stasiun kereta terdekat.

Ramen Expo – Osaka

Mendengar kata ramen, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan makanan khas Jepang yang satu ini. Ramen merupakan salah satu menu makanan populer dalam Festival yang diadakan di Osaka. Banyak wisatawan beranggapan bahwa ramen Jepang hanya mie instan dan bumbunya saja.

Namun sebaliknya, ramen yang dihidangkan bukan hanya citarasanya tetapi lengkap dengan irisan daging, sayuran bahkan taburan keju. Saat Anda menghadiri festival ramen expo, pastikan membawa nafsu makan Anda untuk mencicipi berbagai macam ramen.

Meguro Sanma Matsuri

Memancing merupakan industri penting di Jepang. Untuk menandai dimulainya musim penangkapan ikan sanma setiap tahun, perikanan lokal memberikan lebih dari 6.000 Sanma panggang yang lezat (sauri pasifik) untuk merayakan festival Meguro Sanma Matsuri.

Furusato Matsuri – Tokyo

Apakah Anda ingin mengalami seluruh Jepang, tetapi waktu atau anggaran Anda membatasi seberapa jauh Anda dapat bepergian? Festival Tokyo ini akan memungkinkan Anda untuk mencicipi makanan terbaik yang ditawarkan berbagai kota di Jepang. Ini hampir seperti mengikuti tur Jepang dalam satu hari. Sebagian dari hasil disumbangkan untuk upaya bantuan bencana di Jepang.

Festival Bir Kyushu

Jika bir lebih sesuai dengan gaya Anda, maka Festival Bir Kyushu di Fukuoka merupakan tempat yang tepat. Anda dapat mencicipi lebih dari 20 jenis bir kerajinan dari tempat pembuatan bir paling terkenal di Jepang, serta hidangan lokal seperti sate daging kuda dan satsumaage (kue ikan goreng).

Festival Oyster Miyajima

Di pulau Miyajima, Anda dapat menemukan tiram-tiram segar, sebab di sini merupakan pusat dari peternakan tiram. Hanya dengan mengeluarkan uang seharga ¥ 100, Anda bisa menikmati tiram-tiram segar yang dimasak dan direbus matang.

Sake Spring Kyoto

Sake (anggur besar) adalah salah satu minuman paling ikonik di Jepang. Di Sake Spring, Anda dapat mencicipi dari lebih dari 200 merek sake pilihan Anda. Warung makanan tradisional juga tersedia untuk melengkapi sake panas atau dingin Anda.

5 Festival Bunga Jepang Yang Tak Boleh Dilewatkan

Di negara lain selain Jepang, Anda tidak akan dapat menyaksikan dedikasi dalam menghargai keindahan perubahan musim.

Menghargai bunga merupakan salah satu hobi warga asli di Jepang. Sedemikian rupa sampai-sampai orang Jepang bahkan mempunyai istilah untuk hal tersebut, yaitu hanasanpo (secara harfiah berarti ‘berjalan bunga,’ untuk menggambarkan kegiatan mengagumi dan berjalan dari salah satu musim bunga musiman.)

‘Jalan-jalan bunga’ ini biasanya dilangsungkan di lokasi-lokasi tertentu yang sudah disiapkan dan dipersiapkan sekitar berbulan-bulan sebelum menyerahkan pengaturan utama untuk merasakan keindahan musim. Konsepnya sebenarnya lumayan sederhana, tetapi apakah konsep tersebut akan berdampak. Coba kita lihat, orang Jepang mengambil satu varietas bunga dan kemudian menanam ribuan bunga di satu lokasi untuk menciptakan karpet besar berwarna bunga. Tiba-tiba bunga yang orang anggap cantik, tetapi lain halnya dengan tanaman kebun rata-rata berada dalam pot random yang kita miliki di halaman belakang, menjadi pajangan yang mencengangkan dan pantas dibayar.

Festival eksklusif sering diselenggarakan dalam perayaan di mana kita dapat melakukan pembelian makanan dan minuman, serta es krim yang disajikan dalam “rasa” yang sama seperti bunga yang dipamerkan. Selain itu, juga terdapat berbagai suvenir khusus untuk memperingati trafik Anda.

Jadi yang kami jajaki ialah festival bunga terbesar di Jepang! Mengapa tidak dimasukna kedalam salah satu pilihan trip Anda selanjutnya?

Inilah 5 festival bunga yang tak boleh terlewatkan:

Nemophila (Baby Blue Eyes)

Bunga biru dan putih pucat yang estetis ini nyaris terasa mengagumkan ketika menyelimuti bukit-bukit yang bergulir di Hitachi Seaside Park, Ibaraki. Dengan bunyi bel yang terus-menerus di sekitar puncak bukit, seseorang mesti mencoba menyangga kecenderungan tipe Julie Andrews apa pun. Dengan laut di satu sisi dan hamparan taman besar di sisi lain, lumayan pemandangan ini dapat dilihat.


Periode berbunga: April-Mei

Shibazakura (Moss Phlox)

Saya tahu, siapa yang hendak melihat moss phlox. Tapi percayalah, satu-satunya hal yang menular di pesta rakyat shibazakura adalah senyum yang bakal Anda rasakan dari telinga ke telinga. Hal kecil yang cantik lainnya, muncul dalam sekian banyak warna dari putih, biru, ungu atau banyaknya warna pink. Biasanya ditanam dalam pola terkoordinasi warna yang berani menyerahkan peluang pengambilan gambar yang mencolok. Festival shibazakura sangat terkenal dan dilangsungkan di Prefektur Yamanashi dengan pemandangan Gunung yang indah. Fuji sebagai latar belakang, sedangkan pesta rakyat shibazakura di Chichibu, Prefektur Saitama.


Periode berbunga: Maret-Juni

Fuji (Wisteria)

Bunga wisteria gantung menyerahkan pengalaman hanasanpo yang sama sekali berbeda. Dengan menampilakn bunga-bunga mekar rendah, menciptakan jalan yang akan Anda lewati terlihat sangat ajaib. Lemparkan penyinaran dan musik latar yang ditempatkan dengan baik di pesta rakyat malam dan Anda bakal merasa seperti telah dialihkan ke dunia baru yang belum pernah Anda kunjungi.

Tempat-tempat populer untuk merasakan wisteria aalah Taman Bunga Ashikaga di Tochigi dan Kawachi Fujien di Fukuoka.


Periode berbunga: April-Mei

Manjushage (Spider Lilies)

Bunga kirmizi ini terletak diatas ketika Anda melewati lorong bunga. Bunga besar memiliki rinci rumit, spider lily sangat banyak ditemukan di sekitar lingkungan sungai. Rona berani Manjushage memercikan warna terbaik ke lantai hutan dan kanopi teduh di puncak pohon, nuansa yang sangat mengagumkan untuk perjalanan festtival bunga Anda. Meskipun tampak cantik dalam banyak, spider lily merah sebetulnya mempunyai hubungan dengan kematian dalam kebiasaan Jepang dan sering dipakai pada pemakaman, jadi pastikan untuk tidak memberikan karangan bunga ini sebagai hadiah!

Salah satu tempat sangat populer untuk merasakan manjushage adalah di Koma, Prefektur Saitama.


Periode berbunga: September-Oktober

Sakura (Cherry Blossoms)

Tentu saja, tidak ada rangkaian bunga bermekaran yang akan terlewatkan di Jepang sebab festival ini sangat terkenal di negara itu. Dengan periode berbunga paling pendek (biasanya selama satu minggu, kadang-kadang lebih lama jika dewa cuaca bermain bagus) dan puncaknya dilangsungkan hanya alam beberapa hari, bunga sakura tidak selalu mengenai indikator bahwa musim semi sedang dalam perjalanan, tetapi mewakili sifat singkat dari kehidupan bunga itu sendiri. Pohon ceri ditanam di taman dan kebun di semua negeri dan teknik paling populer untuk merasakan bunga sakura adalah dengan menyelenggarakan pesta hanami (melihat bunga sakura) di bawah cabang pohon.


Periode berbunga: September-Oktober

Pertunjukan Topeng Yang Mengabadikan Esensi Tradisional Jepang

Jepang familiar dengan drama musikal klasiknya yang dinamakan “Noh”

Pertunjukan Noh ini menampilkan para pemain dengan menggunakan topeng yang berbeda. Setiap topeng pasti menggambarkan perwakilan dari karakter tertentu dalam kisah seperti binatang, pahlawan, setan, hantu, dan lain-lain. Topeng tersebut diukir dari pohon cemara Jepang yang telah di potong menjadi balok-balok dan dicat untuk menunjukkan berbagai macam emosional. Saya akan memperkenalkan kepada Anda ke-empat topeng yang digunakan pada pertunjukan di Jepang!

1. Topeng Gigaku

Topeng Gigaku dirasakan sebagai bentuk topeng teater tertua di Jepang. Biasanya topeng kayu ini sering dipakai untuk drama tarian kuno. Terlihat dari sisi topeng yang mengindikasikan fitur berlebihan, diukir bagaikan menjaga efek komik bahkan kerap kali dipakai atau diletakan pada luar ruangan. Dijelaskan bahwa topeng-topeng ini diukir oleh para pematung Buddha, sampai-sampai mereka menerapkan beberapa teknik yang dipakai dalam patung Buddha.

Jenis topeng ini menutupi semua wajah dan pun telinga. Beberapa topeng Gigaku mencerminkan dalam rupa kepala singa, setan, insan super, makhluk paruh burung, dan sejenisnya.

2. Topeng Bugaku

Topeng Bugaku dipakai untuk tarian tradisional Jepang yang telah dilaksanakan untuk memilih mayoritas elit di Pengadilan Kekaisaran Jepang. Berbeda dengan topeng Gigaku, topeng ini tidak menutupi telinga sebab panjangnya hanya 7 sampai 13 inci dan lebar 6 sampai 9 inci.

Ekspresi yang diperlihatkan topeng Bugaku tampak abstrak, yang menyiratkan emosi untuk efek panggung dramatis. Mereka seringkali digunakan untuk menari dengan berbagai jenis musik, misalnnya Togaku (musik orkestra yang diimpor ke Jepang dari istana Tiongkok) dan Komagaku (bentuk musik istana tradisional Jepang).

3. Topeng Gyodo

Topeng Gyodo ialah topeng prosesi dari seorang Bodhisattva, yang biasa dipakai dalam prosesi keagamaan dan ritual luar ruangan Buddhis. Topeng ini juga diciptakan dalam rupa lain seperti dewa naga, Bishamonten, dewa penjaga, dan setan tertentu lainnya. Dikatakan bahwa mereka dikenakan untuk mewakili 12 dewa Buddha dan 28 penjaga yang berparade di dekat bangunan kuil.

4. Noh Mask

Topeng Noh ialah topeng Jepang yang lebih modern, terinspirasi oleh Sarugaku (suatu bentuk hiburan yang mengingatkan pada sirkus modern), Dengaku (perayaan pedesaan Jepang yang dikembangkan sebagai iringan musik dalam acara penanaman), dan ritual serupa lainnya.

Topeng Noh dipakai untuk mewakili usia, jenis kelamin, dan peringkat sosial insan atau non-manusia. Mereka berwujud dalam ekspresi wajah yang bertolak belakang yang disertai dengan gerakan tubuh yang memadai. Lubang-lubang mata paling kecil, memberi batas penglihatan pemain. Tidak seluruh karakter menggunakan topeng, menjadikannya sebuah kehormatan untuk seorang aktor ketika mengenakannya.

Teater Jepang sudah ada bertahun-tahun lamanya. Ada sejumlah topeng beda yang begitu terkenal seperti topeng Otoko, topeng Shikami, topeng Chujo, topeng Uba, topeng Ko-omote, dan lainnya. Semua ini memainkan peranan yang penting dalam tarian Jepang dan peragaan teater. Setiap topeng mempunyai kegunaan dan perasaan khusus, namun semuanya mengartikan hakikat setiap cerita.

Berbagai Jenis Tarian dan Musik Tradisional Dalam Perayaan Jepang

Jepang adalah negara yang kaya akan sejarah serta keunikan akan buadaya kesenian musik dan tariannya.

Bisa kita lihat dari kesuksesan menyelamatkan dan mengobarkan kembali tarian tradisional dan acara musik yang telah redup sekitar bertahun-tahun terakhir dengan adanya kebiasaan dan masyarakat yang berubah. Memang, ada banyak negara di dunia yang tidak merayakan dan memperingati sejarah atau tradisi tradisional mereka seperti Jepang.

Artikel ini bakal memberikan pemaparan singkat tentang beberapa tarian tradisional yang terkenal, genre musik dan instrumen musik di Jepang yang tertanam dalam kebiasaan Jepang dan masih dirayakan dan dipraktikkan sampai saat ini!

Banyak hal yang sangat menarik dari Jepang dan sangat bertolak belakang dari gaya internasionalnya. Baca terus untuk memahami tentang tradisi hebat ini ya dan pastikan Anda dapat melihatnya keunikan budaya di Jepang!

Tari Tradisional Jepang

Jepang sudah berpegang pada berbagai jenis tarian tradisional yang sudah berkembang dari berabad-abad. Anda bisa menemukannya di berbagai festival dan acara sepanjang tahun yang di adakan, dan mungkin dari mereka sedikit bertolak belakang tergantung pada distrik atau wilayah negara tersebut.

Berikut ini adalah empat tarian utama yang masih dirayakan, dan sangat bertolak belakang dari jenis tarian dari berbagai dunia yang pernah Anda lihat!

1. Bon Odori

Bon Odori ialah tarian tradisional Jepang yang seringkali dipertunjukkan di pesta rakyat musim panas (Matsuri), dan sangat digemari oleh penduduk lokal dan turis!

Orang-orang akan mengenakan pakaian kimono yang estetis dan menari dengan musik tradisional dengan langkah, gerakan-gerakan. Kita akan menyaksikan ratusan orang mengambil bagian dalam tarian ini dan perayaan ini.

Tarian ini, laksana namanya, dikaitkan dengan Bon Festival yang dilangsungkan setiap Agustus dan diselenggarakan untuk mengenang leluhur.

2. Nihon Buyo

Nihon Buyo ialah tarian sangat tradisional, dibawakan oleh para penari yang mengenakan kimono dan memakai aksesori berupa dagangan tradisional seperti kipas dan tali.

Berbeda dengan Bon Oburi yang masih sangat partisipatif, tarian utama ini diperlihatkan di atas panggung sebagai unsur dari acara hiburan. Penari diajarkan secara khusus untuk melalukan tarian ini dan diajarkan oleh guru yang dinamakan ‘Shiso’.

Tarian ini lazimnya dikaitkan dan dilaksanakan dengan musik latar Jepang. Gerakan-gerakan dalam tarian lambat dan tergolong gerakan-gerakan yang spesifik dan lembut.

3. Noh Mai

Noh Mai ialah jenis tarian yang menarik dengan diiringi musik berlatarkan Jepang yang diperlihatkan dengan kecapi dan drum tradisional. Terkadang vokal pun dimasukkan.

Tarian ini biasanya dikoreografikan untuk mengisahkan sebuah kisah, dan biasanya mengenai dongeng tradisional dan familiar Jepang. Para pemain memakai tidak sedikit kostum warna-warni dan terkadang tampil dengan topeng juga.

4. Kabuki

Tarian Kabuki sangat dikenal masyarakat maupun telah diakuin oleh dunia dalam hiburan sebagia tarian tradisional dari negara Jepang, yang dimainkan secara khusus. Tarian Kabuki ialah ‘drama tari’, dari penggabungan antara tarian, nyanyian, akting, dan seni.

Kabuki sebagian besar dilaksanakan di teater Kabuki, yang terdapat di beberapa wilayah di Jepang. Pertunjukan Kabuki biasanya menceritakan tentang sejarah, gaya hidup, dan masyarakat Jepang. Hal ini bisa memberi pengunjung empiris yang benar-benar otentik akan wawasan tentang beberapa aspek yang barangkali tidak mereka ketahui di wilayah tersebut.

Kabuki sudah menjadi unsur utama dari hiburan Jepang seajk lama dan masih populer sampai saat ini. Dengan peradaban teknologi, pencahayaan, efek, dan sebagainya Kabuki pun berubah seiring pertumbuhan zaman!

Musik dan Alat Musik Jepang

Musik Tradisional Jepang banyak dikaitkan dengan gaya tari contohnya seperti peragaan Kabuki yang menggabungkan dengan begitu banyaknya  alat musik Jepang juga.

Dengan mengunjungi kuil, para pengunjung akan menyaksikan pesta rakyat dengan berbagai alat musik tradisional dimainkan dan dilaksanakan oleh musisi. Mereka memperlihatkan gaya musik tradisional masih sangat kental walau zaman telah berkembang dan menjadi Jepang modern.

Sekarang Anda dapat mengetahui lima posisi musik tradisional yang paling terkenal di Jepang, yang seringkali digunakan untuk memperingati acara dengan lagu musik tradisional. Tentunya merupakan hal yang sangat digemari di negara ini!

1. Shamisen

Shamisen merupakan instrumen tradisional dimainkan dengan alat musik serupa biola. Bentuk tongkat kayunya panjang dan dapat dibedakan dalam satu meter dan mempunyai tiga senar. Kita dapat menyaksikannya di acara musik tradisional dan pesta rakyat di Jepang.

Mirip dengan busur biola, tongkat kayu dinamakan ‘batchi’, dipakai untuk memainkan shamisen. Dalam sejarah, shamisen dipakai pada peragaan kabuki sebab tongkat kayu yang panjang memungkinkan untuk menghasilkan suara panjang serta lincah, yang dibutuhkan untuk lagu-lagu berjenis kabuki. Shamisen juga terdapat di peragaan boneka maupun lagu-lagu rakyat.

Baru-baru ini, shamisen dipergunakan pada sejumlah festival musik modern. Seperti band metal populer Jepang yaitu Babymetal, memakai shamisen dalam peragaan dan video musik mereka. Shamisen pun terkadang dipakai oleh seniman barat, jadi mungkin hal tersebut membuatnya kembali berjaya.

2. Shakuhachi

Shakuhachi ialah seruling bambu berlubang lima. Awalnya diperkenalkan ke Jepang oleh Cina, alat musik ini populer ketika Periode Edo. Instrumen yang dihasilkan bervariasi dalam ukuran dan mempunyai nada serbaguna yang dapat di mainkan pemain dengan berbagai macam suara dari Shakuhachi.

Alat musik yang estetis secara tradisional dipakai oleh Biksu Buddha Zen dan di anggap sebagai perangkat spiritual. Memainkan alat musik ini bahkan menjadi media sebagai pelajaran meditasi karena konsentrasi pada kiat pernapasan yang lambat dan berirama.

Pada Restorasi Meiji, shakuhachi seringkali ditampilkan dan dimainkan, diperlihatkan di peragaan kabuki atau peragaan tari lainnya sebagai musik latar. Saat ini kita dapat melihatnya dalam musik yang lebih canggih dan bisa didengar dalam gerakan familiar termasuk Taman Jurassic, The Last Samurai, Memoirs of a Geisha, dan Braveheart.

Instrumen yang mendinginkan dan estetis ini masih populer sampai saat ini, dan banyak orang di Jepang yang mempraktikkannya dengan asa menjadi Guru Shakuhachi!

3. Koto

Koto merupakan instrument nasional di Jepang. Koto alunan instument musik tradisional satu-satunya yang paling terpopuler di sepanjang sejarah dengan ukuran panjang 180 cm dan lebar 20 cm.

13 senar instrumen kayu ini dimainkan dengan jari tangan kanan sesudah menutupi ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah dengan penutup eksklusif yang dinamakan ‘tsume’. Senar kiri dipakai untuk menata suara dengan memegang senar ke bawah, serupa dengan gitar.

Koto secara historis kerap kali dimainkan oleh musisi tunanetra sebab kemudahannya saat bermain dan menjaga popularitas hingga zaman modern. Jepang masih mendekap Koto sampai hari ini, dengan sekumpulan pemain dan menjadikan sebagai Koto Masters. Biasanya mereka akan tampil di acara-acara tradisional.

Koto pun sangat populer di kalangan artis rock psychedelic internasional pada 1960-an dan 1970-an, yang diperlihatkan pada lagu-lagu oleh The Rolling Stones dan David Bowie, dan juga diperlihatkan dalam lagu-lagu oleh artis rap Dr. Dre.

4. Wadaiko

Wadaiko (juga dinamakan Taiko) ialah drum tradisional Jepang dan masih sering digunakan. Secara historis dipakai dalam prosesi dan perang militer, sebagai perangkat komunikasi, di teater, dan termasuk pada upacara keagamaan.

Berbentuk kasar bagaikan tong anggur, drum ini hadir dalam berbagai macam ukuran serta terbuat dari bahan yang berbeda pula. Beberapa ukuran terlampau besar digunakan dan akan diletakkan menetap pada lokasi di kuil dan lokasi suci, sementara untuk ukuran kecil digunakan bahkan dibawa-bawa ketika bermain.

Saat ini, drum ini dapat disaksikan di berbagai parade dan pesta rakyat yang berbeda. Wadaiko dikenal sebagai unsur dari gerakan dan protes politik atau sosial, khususnya oleh kelompok-kelompok minoritas di Jepang.

5. Biwa

Biwa ialah kecapi Jepang dengan leher tipis dan pendek, dimainkan bersamaan dengan batchi. Instrumen estetis ini dipakai untuk mengiringi musik tradisional Jepang (Gagaku). Mereka juga dipakai sebagai instrumen solo.

Biwa dirasakan sebagai instrumen opsi Benten, Dewi Musik dalam agama Shinto, dan sering digunakan pada Restorasi Meiji. Setelah redup dalam beberapa periode, seniman Jepang sekarang mengupayakan menghidupkan kembali Biwa.

Instrumen ini kini dapat didengar dan diperlihatkan dalam lagu-lagu J-pop atau pada sejumlah film Jepang. Biwa memiliki bentuk yang lucu dan suara yang unik, Anda akan melihatnya pada sejumlah acara musik tradisional di Jepang!

Jadi, itulah beberapa tarian tradisional dan alat musik terkenal di Jepang. Saya sangat menganjurkan Anda mengupayakan menghadiri peragaan kabuki atau acara tradisional dan merasakan tarian dengan alunan musik yang menarik ini. Acara ini seringkali hanya dapat disaksikan di Jepang dan merupakan teknik yang bagus untuk merasakan tarian, musik, dan lagu!

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.